KIPRAH: IKA-IL Turut Lestarikan Hutan Larangan Adat Rumbio

IMG_0364

Kampar. Satu tahun yang lalu pasca kebakaran hutan melanda Indonesia khususnya di Riau, Ikatan Alumni Ilmu Lingkungan Universitas Riau (IKA-IL) telah melakukan aksi tanam pohon di hutan larangan adat yang terdapat di Desa Koto Tibun, Kecamatan Kampar,dan Sabtu kemaren, kembali para pejuang lingkungan ini melaksanakan monitoring dan pemeliharaan pohon yang mereka tanam dahulu.

Kegiatan monitoring ini dilaksanakan Sabtu Pagi30/7/16 , berawal darikampus Gobah UR persiapan dan pelepasan serta Breaping Tim dipimpin oleh Ketua Program Magister Ilmu Lingkungan:Prof. Zulkarnaini, M.Si, dia mengatakan sangat berharab banyak kepada Alumni dan Mahasiswa Ilmu lingkungan, Amplikasikanlah ilmu yang selama ini didapat buat masyarakat dan selalu melestarikan lingkungan ujarnya.

Dalam kesempatan monitoring ini tim yang berangkat kehutan adat antara lain mahasiswa Ilmu Lingkungan, Kesehatan Lingkungan, alumni, Staf Sekretriat Psil, juga melibatkan tim medis dari fakultas Kedokteran UR

Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) PSIL Unri Yusman Hakim, S.Pi, M.Si menjelaskan, Hasil monitoring penanaman bibit pohon setahun yang lalu sekarang sudah mencapai ketinggian 80-180cm dengan persentase kehidupan pohon 75%, kami disini juga melaksanakan aksi bersih-bersih di gerbang masuk hutan dan sekitarnya,juga moment berkumpulnya kami dihutan ini sekaligus Halal bihalal karena ingin merasakan dekatnya dengan alam dan memaknai alam itu sendiri ujarnya, harapan kedepan silaturrahim ini terus terjalin, kompak dan solid, selalu semangat dan ikhlas melaksanakan kegiatan-kegiatan dan aksi lanjutan dalam melestarikan lingkungan ini
ujarnya…

Sementara itu, Ketua Yayasan Pelopor Sehati Masriadikepada Riau Pos mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa dan alumni PSIL Unri serta tim lainya yang telah mau berbuat untuk hutan larangan Adat Rumbio ini. mejelaskan, kami yayasan Sehati awalnya memang menjaga dan melestarikan hutan ini murni dari kesadaran akan menjaga hutan tak ada sedikitpun niat mengejar Kalpataru yg deiberikan pemerintah, hutan adat ini hutan yang turun menurun dari nenek moyang dahulu kala, yang begitu luas, mkanya kami selalu menjaganya keutuhannya, karena hutan ini manfaatnya buat kita juga dan anak cucu kita kedepan , ujarnya **(Die)