Seminar Nasioanal PSIL-UR 2016 “Pelestarian Lingkungan dan Mitigasi Bencana” Alhamdulillah Sukses

13239063_252894955072905_7892974998161865927_n

Jatra Hotels- SEMAKIN hari tingkat kerusakan lingkungan semakin parah yang ditandai dengan terjadinya bencana alam di mana-mana, tidak terkecuali Provinsi Riau yang mengalami musibah kabut asap dan banjir.

Untuk itu, program studi ilmu lingkungan (PSIL) Pascasarjana Unri menggelar seminar nasional dengan tema pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana yang dilaksanakan di hotel Jatra, Sabtu (28/5).

Seminar nasional ini menghadirkan prof Tokeshi Mutsonari dari Kyusu Unibersity Jepang sebagai keynote speaker I, Prof Purwanto Direktur Pascasarjana Undip, Dr Andi Eka Surya BMKG pusat dan . Prof Aras Mulyadi Rektor Unri.

IMG_9931
Prof. Tokeshi sedang menyampaikan bahan persentasinya
IMG_9953
Prof. Purwanto sedang menyampaikan bahan persentasinya
IMG_9958
Prof. Aras Mulyadi sedang menyampaikan bahan persentasinya
IMG_9964
Dr. Andi E Sakya BMKG Pusat sedang menyampaikan bahan persentasinya

Prof Dr Ir Sukendi MSi menjelaskan seminar ini dilaksanakan untuk mendap-
atkan informasi dari hasil penelitian para peneliti baik dosen, praktisi maipun mahasiswa guna menyelesaikan masalah pelestarian lingkungan dan mitigasi bencana.

“Ke depannya kita harapkan agar nantinya bisa menyadari akan arti penting pelestarian lingkungan dan beberapa kemungkinan yang terjadi, apalagi salah satu narasumber yang kita hadirkan dari BMKG pusat,” ujar Sukendi.

Disinggung mengenai rencana mengadakan seminar internasional, Sukendi menjelaskan hal itu akan dilakukan mengingat saat ini ada aturan baru untuk mahasiswa S3 sebelum ujian akhir sudah harus pernah melakukan seminar internasional dan nasional. “Itulah sebabnya ke depan seminar internasional akan kita gelar dan kita sangat bahagia sekali dan pesertanya berasal dari sluruh penjuru indonesia yakni dari Aceh hingga Papua, sabang sampe merouke dan ini menunjukkan mereka sangat antusias dan mengetahui permasalahan yang kita hadapi,” terang Sukendi.

Disinggung mengenai bencana kabut asap yang sudah berkurang, Sukendi memaparkan hal ini menunjukkan tingkat kesadaran masyarakat akan dampak pembakaran hutan dan lahan (karhutla) sudah semakin tinggi hal ini bisa dikarenalan regulasi yang diterapkan memberikan efek jera dan sekaligus sosialisasi yang dilakukan sampai hingga ke tingkat level bawah. Kita berharap jangan ada lagi kabut asap di Riau karena merugikan semua sektor, tidak hanya kesehatan masyarakat, ekonomi tetapi kerusakan ligkungan menjadi hal yang paling utama,” sebutnya.(hen)